Usaha Tanaman Porang dan Tips hasil Panen Melimpah Ruah



Sekarang ini tamanan porang sangat banyak diperbincangkan. Terumata untuk budidaya dari tanaman ini. kalian pernah mengenal atau baru dengar tentang tamanam porang? Nih aku akan ulas mengenai tamanan satu ini.

Tanaman porang liar atau biasanya disebut oleh masyarakat umbi porang, atau bahasa latin amorphopallus oncophillus . Pohon porng ini di pulau jawa lebih terkenal dengan nama suweg.

Dulunya, tanaman ini tidak pernah dilirik oleh orang – orang loh. Bahkan di beberapa daerah banyak yang beranggapan kalau tanaman liar ini menjadi makanan kesukaan ular.

Nyatanya walaupun di Indonesia dulu tanaman ini tidak begitu diperhatikan, namun diluar negeri banyak yang meminatinya loh. Oleh karena banyak permintaan dari luar negeri tersebut sekarang banyak masyarakat yang membudidayakan tanaman ini, untuk dikonsumsi atau pun dijual.

Rupanya manfaat dari tanaman ini salah satunya adalah untuk kesehatan. Jadi wajar aja kalau banyak masyarakat sekarang yang sengaja menanam kemudian usaha membudidayakan tanaman liar satu ini. 

Syarat Tumbuh Tanaman Porang

Meskipun tanaman ini disebut tanaman liar, namun ada karakteristik lokasi tertentu agar tanaman ini bisa tumbuh dengan subuh. Mulai dari zat yang terkandung di dalam tanah, sampai kondisi iklim cuaca sekitar juga mempengaruhi loh.

 

Jenis dan Ph Tanah

Untuk mendapatkan hasil panen yang melimpah dan bagus, tentu saja jenis tanah dan juga kadar Ph tanah harus diperhatikan. Artinya, membudidayakan tidak asal – asalan.

 

Tanaman porang ini harus ditanam di tanah yang gembur atau subuh, agar memudahkan tanaman ini hidup dan hasil panen yang maksimal. Tekstur tanah juga tidak boleh becek atau tergenang air.

 

Selain itu tanah yang memiliki tesktur dan bentuk lempung berpasir dan bersih dari rumput liar seperti ilalang dan lainnya.

 

Untuk Ph tanahnya sekitar 6 sampai 7 jenis tanah apapun.

 

·      Kondisi Lingkungan

anaman porang ini memerlukan naungan supaya pertumbuhannya baik dan subur. Tingkat kerapatan naungan tamanam ini minimal sekitar 40 persen. Naungan yang sangat cocok untuk tanaman ini seperti pepohonan dengan jenis jati, mahono dan sono.

 

Perkembangbiakan tanaman porang dapat dilakukan dengan cara generatif maupun vegetatif. Secara umum perkembangbiakan tanaman porang dapat dilakukan dengan beberapa cara, yakni perkembangbiakan dengan katak, perkembangbiakan dengan biji/buah, Perkembangbiakan dengan Umbi.

 

·         Iklim dan Suhu

Tanaman porang dapat tumbuh pada ketinggian antara 0-700 mdpl, namun yang paling ideal berada pada ketinggian 100-600 mdpl.

 

Intensitas cahaya matahari sekitar 60 sampai 70 persen setiap hari.

 

Tanaman Porang memiliki sifat khusus yaitu sangat toleransi terhadap naungan atau tempat teduh (tahan tempat teduh). Tanaman Porang hanya membutuhkan cahaya maksimum sampai 40%.

 

2.        Teknik Pengembangbiakkan Porang

Setelah kamu mengenal mengenai tanaman porang ini, kamu bisa juga menyiapkan berbagai macam sesuai dengan syarat agar tumbuhan ini bisa hidup. Tumbuhan bisa hidup dan menyesuaikan dengan lingkungannya, kamu bisa kok untuk membudidayakan tanaman ini.

 

Pengembangbiakan tanaman ini dapat kamu lakukan dengan menggunakan beberapa cara generatif dan juga cara vegetatif. Secara umum biasanya perkembangbiakan tanaman ini dapat dilakukan dengan cara yang benar dibawah ini:

 
Pengembangbiakkan dengan Bintil atau katak

Teknik satu ini bisa kamu coba dengan menggunakan sekitar 1 kilogram kata pada porang berisi sekitar kurang lebih 100 butir katak. Katak tersebut bisa kamu simpan terlebih dahulu pada saat melakukan proses pemanenan dimulai.

 

Kemudian setalah memasuki musim hujan tiba, kamu bisa langsung menyiapkan dan langsung menanam katak – katak tersebut pada lahan atau tanah yang sudah kamu siapkan.

 

Perkembangbiakan dengan Biji atau Buah

Setiap kurun waktu sekitar 4 tahun dalam pembudiyaan tanaman porang ini akan menghasilkan bunga yang kemudian dari bunga itu akan menjadi buah atau biji.

 

Dalam satu tongkol buah tanaman ini dapat menghasilkan biji atau buah sekitar 250 butir. Biji atau bauh tersebut bisa kamu gunain lagi untuk dijadikan sebagai bibit dan ditanam kembali.

 

Untuk menggunakan biji atau buahnya, kamu diharuskan untuk menyemaikannya terlebih dahulu ya.

 

Pengembangbiakan dengan Umbi

Teknik terakhir ini bisa pengembangbiakan dengan menggunakan umbi. Umbi kecil ini bisa kamu peroleh dari hasil pengurangan tanaman yang sudah terlalu rapat.

 

Oleh karena itu kamu perlu menguranginya, hasil dari pengurangan itulah bisa kamu kumpulkan umbi – umbi dengan ukuran yang kecil. Selanjutnya umbi – umbi kecil tersebut bisa dimanfaatkan menjadi bibit.

 

Selain dengan umbi kecil, kamu juga bisa manfaatin umbi besar untuk budidaya dan mengembangbiakan tanaman porang ini. Jika kamu gunain umbi besar, langkah awal yang harus kamu lakukan adalah memecah umbi besar menjadi ukuran kecil – kecil.

 

Setelah dijadikan ukuran yang kecil, kamu bisa langsung menanam umbi kecil ke lahan yang sudah disiapkan.

 

3.        Persiapan Lahan Budidaya Porang

Salah satu lokasi terbaik untuk budidaya porang adalah tepat di bawah naungan pepohonan. Seperti pepohonan jati, mahono dan sono.

 

Namun, untuk lahan terbuka pun tanaman satu ini bisa tumbuh dengan subur dan normal. Asalkan diberi naungan seperti paranet, tujuannya agar intensitas cahaya sinar matahari tidak terlalu berlebihan ke tanaman ini.

 

Ada beberapa persiapan untuk lahan budidaya porang yang harus kamu lakukan seperti berikut :

 

Bersihkan keseluruhan lahan yang akan kamu gunakan untuk menanam porang, bersihkan dari tanaman – tanaman ilalang, rumput liar dan lainnya.

Siapkan lahar sekitar 4 hektar, kemudian jadikan 1 blok dan buat jalan setapak dengan lebar sekitar 2 meter untuk jalan pemeriksaan tanaman.

Pemasangan ajir atau alat penegak yang terbuat dari batang bambu atau batang pohon kecil. Dengan jarak sekitar 1 meter X 1 meter, untuk umbi – umbian dan juga untuk katak.

Buatlah jalur menggunakan alat cangkul dengan lebar sekitar setengah meter, untuk bibit yang menggunakan katak yang ditanam pada jalur yang sudah kamu cangkul tadi.

Pembuatan lubang untuk tanam bibit porang yang menggunakan bibit umbi dengan lubang yang berukuran sekitar 20 X 20 X 20 centimeter.

Sebelum umbi ditanam, berikan pupuk dasar dengan pupuk bokashi sebanyak setengah kilogram per lubang yang sudah dicampur dengan top soil. Sedangkan untuk katak, pupuk bokashi dicampur pada tanah sekitar ajir.

Cara Menanam Porang

Setelah kita tahu dan mengenal tanaman ini, kemudian tahu apa aja yang perlu disiapkan sebelum memulai untuk membudidayakan porang tersebut. Sekarang aku akan membagikan cara tanam untuk menanam porang ini. Cek di bawah langsung ya:

 

Musim hujan adalah musim yang baik untuk menanam porang, kisaran pada bulan November sampai bulan Desember.

Benih porang yang sudah dipilih bisa langsung kamu masukan ke dalam lubang tanam dengan bibit menghadap ke atas.

Untuk setiap lubang tanam diisi dengan 1 pori berbiji dengan jarak tanam sekitar 1 X 1 meter.

Tutupi lubang tanam dengan menggunakan tanah setebal 3 centimeter.

Kamu juga bisa menggunakan polybag untuk menanamnya.

Setelah porang tumbuh dan berumur sekitar 5 bulan pada musim satu, porang ini akan berubah warna menjadi kuning dan mati dengan sendirinya. Saat ini juga kata pada tangkai akan berjatuhan ke bawah.

Katak ini bisa kamu ambil dan kamu jual dengan harga sekitar 11 ribu sampai 15 ribuan per kilogram, atau bisa juga kamu jadikan sebagai bibit untuk ditanam lagi.

Saat musim kemarau datang, tanaman ini akan mati. Namun, kamu tak perlu kuatir karena ini adalah siklus alami porang sendiri.

Pada musim kemarau, porang akan mengalami dormansi. Dan kemudian akan tumbuh kembali pada saat musim hujan dengan jumlah anakan yang lebih banyak dan umbi – umbinya semakin besar.

Cara Pemupukan Porang

Setelah kamu menamam porang, ingat tanaman ini harus di kasih pupuk agar tetap subur dan hasil panen yang melimpah. Berikut ini aku akan kasih beberapa cara untuk pemupukan porang.

 

Pada saat pertama kali bibit porang ditanam, lakukan pemupukan dasar.

 

Selanjutnya pemupukan bisa kamu lakukan setahun sekali pada saat musim hujan tiba.

Jenis pupuk dan dosis pada pupuk urea sekitar 10 gram per lubang dan SP 36,5 gram per lubang.

Pemberian pupuk ini dilakukan dengan cara ditanam pada sekitar batang porang.

Pemeliharaan Porang

Untuk cara pemelihaaan porang ini terbilang sangat mudah karena tidak memerlukan pemeliharaan secara khusus. Agar kamu mendapatkan hasil panen dan produksi yang maksimal, kamu bisa melakukan perawatan intensif untuk tanaman ini.

 Penyiangan

Penyiangan ini dilakukan dengan cara membersihkan gulma atau rumput – rumput liar. Rumput liar ini bisa dibilang hama karena mengambil kebutuhan air dan unsur hara yang diperlukan oleh porang.

Penyiangan pertama sebaiknya kamu lakukan sebulan setelah umbi – umbi porang ditanam. Sedangkan penyiangan selanjutnya bisa kamu lakukan kapan saja saat gulma atau rumput – rumput liar muncul.

Setelah melakukan penyiangan, selanjutnya adalah gulma atau rumput – rumput liar bisa kamu kumpulkan dan ditimbun kedalam lubang agar membusuk dan bisa kamu jadikan kompos.

Pemupukan Tanaman

Untuk proses pemupukan ini kamu bisa lihat diatas yang sudah aku jelaskan secara detail, tentang jenis pupuk yang bagus untuk porang dan juga dosis untuk tanaman porang ini.

 

Pengamanan dari Pohon Pelindung

Karena porang ini merupakan jenis tanaman yang butuh naungan. Oleh karena itu kamu perlu melakukan pengamanan dan pemeliharaan pada pohon – pohon yang melindungi tanaman ini agar tumbuh dengan maksimal.

 

Atau jika kamu membudidayakan di lahan terbuka, kamu bisa membuat ajir atau batang pelindung dari bambu atau kayu. Kemudian diletakkan disekitar tanaman ini, tujuannya pun agar melindungi tanaman ini dari sinar matahari yang berlebihan.

Hama dan Penyakit

Hama adalah salah satu penghambat untuk tanaman apapun tumbuh subur. Karena hama ini mengambil air dan unsur hara dari tanaman itu sendiri. Tentunya kamu engga mau kalau hama menjadi penghambat panen kamu. nih aku kasih tips nya:

 

Jamur Porang

 

Jamur sering menjadi masalah pada tanaman porang. Jamur ini sering kali menyerang pada bibit porang dan juga kataknya. Nah jika jamur ini engga segera kamu basmi dan kamu atasi, bisa mengganggu proses budidaya porang sendiri.

 

Akibat yang paling fatal dari jamur ini adalah bibit yang sudah kamu tanam akan mati dan membusuk. Dan juga katak kamu bisa busuk tidak bisa ditanam lagi.

 

Cara mengatasi Jamur pada bibit porang

 

Caranya cukup sederhana dan mudah untuk mengatasi jamur ini. kamu cukup lakukan pencucian dengan menggunakan deterjen atau obat jamur fungsida. Bahan yang harus kamu siapkan adalah :

 

Dua ember atau bak, air, obat jamur biasanya merk Dupont Delsense dan juga Bubuk detejen.

 

Cara menggunakannya adalah:

 

Campurkan deterjen bubuk tadi dengan air. Perbandingannya satu genggam deterjen bubuk untuk setiap 5 lite air. Setelah dicampur dan aduk sampai air dan deterjen tercampur merata sampai mengeluarkan busa.

Siapkan ember atau bak dengan diisi air yang sudah kamu campur dengan obat jamur. Perbandingannya 3 takar obat jamur dengan 5 liter air.

Kemudian langkah selanjutnya, masukkan bibit porang yang terkena jamur tersebut ke dalam air yang sudah kamu campur dengan deterjen tadi.

Cuci pelan – pelan bibit porang agar jamur tadi larut ke dalam air. Jangan terlalu kasar agar tunas pada bibit tidak patah.

Usahakan jangan dibilas, langsung masukkan bibit yang telah dicuci tadi kedalam ember yang sudah dicampur obat jamur.

Setelah masukkan ke ember obat jamur tadi, diamkan sekitar 30 menitan.

Setelah ini angkat bibit katak dari rendaman air obat tadi, kemudian jemur sampai kering dibawah sinar matahari.

Ketiak sudah kering bibit tersebut simpan aja ditempat yang kering dan siap untuk ditanam lagi.

Ulat Daun

 

Selanjutnya hama yang sering kali menyerang porang adalah ulat daun. Ulat daun ini sering menyerang di daun dan juga batang pohon. Jenis ulatnya pun hampir sama dengan ulat yang menyerang jeruk.

 

Ulat ini memakan batang tanaman dan juga daun porang. Akibat fatalnya adalah porang akan kekurangan nutrisi karena daun dan batang tanaman habis. Dan tentunya akan gagal panen.

 

Cara untuk mengatasi ulat daun ini terbilang cukup mudah, namun kamu masih harus menghilangkan ulat dengan cara manual. Tapi jika porang yang kamu tanam sudah cukup banyak ulatnya, kamu bisa menyemprot agar ulat dan telurnya mati.

 

Obat yang digunakan untuk penyemprotan paling bagus adalah Dipont Lannate yang bisa dicampur dengan kalsium dan perekat. Kamu juga bisa gunakan merk lainnya, yang penting obat tersebut mengandung bahan aktif metomil.

 

Jika sudah kamu campur dengan bahan obat tersebut, tinggal kamu semprotkan aja ke pohon porang. Setelah kisaran 5 hari dari proses penyemprotan, kamu lakukan pemeriksaan. Jika tidak ada perubahan, kamu bisa menambahkan dosis pada obatnya.

Tahap Panen Porang

Tanaman porang ini bisa dipanen untuk tahap pertama panen setelah usia 2 tahun ditanam. Umbi yang dipanen terbilang umbi besar dengan berat umbi sekitar 1 kilogram per umbi. Sedangkan umbi kecil dipanen tahun selanjutnya.

 

Umbi kecil ini bisa dipanen tahun kemudian, tanpa harus kamu tanam kembali umbi tersebut.

 

Ciri – ciri dari porang yang sudah siap dipanen adalah daun tanaman sudah kering dan berjatuhan ketanah. Satu batang pohon porang bisa menghasilkan sekitar 2 kilogram umbi, dan dari sekitar 40 ribuan tanaman dalam 1 hektar.

 

Ada sekitar 80 ton umbi yang bisa kamu panen untuk tahun keduanya. Setelah di panen, kemudian kamu bisa bersihakan dari tanah dan akar, umbi dipotong kemudian dijemur.

 

Pemotongan pada umbi – umbi ini harus dilakukan dengan benar dan telaten, karena bisa menentukan kualitas porang yang dihasilkan nantinya.

Tanaman Porang ini adalah tanaman yang sudah banyak laku dipasaran luar negeri. Dan kini sudah banyak dibudidayakan. Tanaman ini banyak juga memiliki khasiatnya. Dan sekarang sudah menjadi alternatif untuk mengelola tanaman ini.

 

Budidaya porang ini sudah terbukti sangat menjanjikan sekali. Bahkan seorang petani asal Madiun bernama Paidi kini menjadi seorang milyarder. Setelah berhasil menanam porang, sebelumnya dia hanyalah seorang pemulung.