Ayam Tidak Bisa Berdiri Setelah Bertelur: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
Ayam yang tiba-tiba tidak bisa berdiri setelah bertelur adalah masalah yang cukup sering terjadi, terutama pada ayam petelur dengan produksi tinggi. Kondisi ini tidak boleh dianggap sepele karena bisa berdampak pada kesehatan dan produktivitas ayam secara keseluruhan.
Artikel ini akan membahas secara lengkap penyebab, gejala, serta cara mengatasi ayam yang tidak bisa berdiri setelah bertelur.
Penyebab Ayam Tidak Bisa Berdiri Setelah Bertelur
1. Kekurangan Kalsium
Kalsium sangat penting untuk pembentukan cangkang telur dan kekuatan tulang.
Akibat kekurangan kalsium:
- Tulang menjadi lemah
- Kaki tidak mampu menopang tubuh
- Ayam terlihat lunglai setelah bertelur
2. Kelelahan Akibat Produksi Telur Tinggi
Ayam petelur yang terlalu dipaksa produksi tanpa nutrisi cukup bisa mengalami kelelahan.
Gejala:
- Lemas setelah bertelur
- Tidak mampu berdiri
- Nafsu makan menurun
3. Kekurangan Vitamin (Terutama Vitamin D dan B Kompleks)
Vitamin D membantu penyerapan kalsium, sedangkan vitamin B berperan dalam sistem saraf.
Dampaknya:
- Gangguan saraf
- Kaki lemah atau lumpuh
- Koordinasi tubuh terganggu
4. Egg Binding (Telur Tersangkut)
Kondisi dimana telur sulit keluar sepenuhnya dari tubuh ayam.
Ciri-ciri:
- Ayam mengejan terus
- Terlihat kesakitan
- Tidak bisa berdiri
- Perut terasa keras
5. Cedera atau Terjatuh
Setelah bertelur, ayam bisa mengalami cedera karena:
- Terjatuh dari tenggeran
- Terinjak ayam lain
- Lantai kandang licin
6. Penyakit Saraf (Seperti Marek)
Penyakit ini menyerang sistem saraf dan bisa menyebabkan kelumpuhan.
Cara Mengatasi Ayam Tidak Bisa Berdiri
1. Berikan Kalsium Tambahan
- Gunakan suplemen kalsium cair
- Bisa dicampur ke air minum
- Berikan secara rutin selama beberapa hari
2. Tambahkan Vitamin
Berikan:
- Vitamin D untuk membantu penyerapan kalsium
- Vitamin B kompleks untuk saraf
- Multivitamin unggas
3. Istirahatkan Ayam
- Pisahkan dari ayam lain
- Letakkan di tempat yang nyaman
- Hindari stres dan gangguan
4. Tangani Egg Binding
Jika dicurigai telur tersangkut:
- Rendam bagian bawah tubuh ayam dengan air hangat
- Oleskan pelumas alami (seperti minyak kelapa)
- Jika parah, konsultasikan ke dokter hewan
5. Perbaiki Pakan
Pastikan pakan mengandung:
- Kalsium tinggi
- Protein cukup
- Mineral lengkap
6. Perhatikan Kondisi Kandang
- Pastikan lantai tidak licin
- Sediakan alas yang nyaman
- Hindari kepadatan berlebih
Tips Pencegahan
- Berikan pakan khusus ayam petelur berkualitas
- Tambahkan kalsium secara rutin
- Pastikan ayam mendapat sinar matahari pagi
- Jangan memaksakan produksi telur berlebihan
- Lakukan pemeriksaan rutin
Kapan Harus Waspada?
Segera lakukan penanganan serius jika:
- Ayam tidak bisa berdiri lebih dari 2–3 hari
- Tidak mau makan dan minum
- Terjadi pada banyak ayam sekaligus
- Disertai gejala lain seperti diare atau kejang
Kesimpulan
Ayam yang tidak bisa berdiri setelah bertelur umumnya disebabkan oleh kekurangan kalsium, kelelahan, atau gangguan reproduksi seperti egg binding. Penanganan cepat dengan pemberian nutrisi yang tepat dan perawatan yang baik sangat penting agar ayam bisa pulih kembali.
Dengan pencegahan yang tepat, masalah ini dapat diminimalkan sehingga produktivitas ayam tetap optimal dan menguntungkan peternak.
