4 Imbas Negatif Pemberian Jangkrik Terlalu Banyak Pada Burung Pentet

Imbas Negatif Pemberian Jangkrik Terlalu Banyak Pada Burung Pentet

Cendet atau Pentet yaitu Disorientasi satu jenis burung pemakan serangga. Karenanya, pakan utama yang diberikan wajib berupa pakan Fauna seperti belalang, telur semut rang-rang (kroto), kelabang, jangkrik, dan lain sebagainya. Dan di karenakan alasan lebih praktis, cendetmania umumnya membagikan jangkrik aja dalam rawatan harian burung predator ini. Sebab, yang banyak tersedia dan dibudidayakan hanya jangkrik. Sedangkan untuk kroto, umumnya hanya diberikan sebagai menu pelengkap aja yang kerap kali diberikan di saat menjelang lomba.

Ada banyak kalangan yang mengatakan bahwa sebaiknya settingan jangkrik untuk harian sebaiknya disetel tinggi (banyak). Tentu aja hal ini tidaklah Disorientasi, apalagi untuk cendet muda atau bahkan trotol. Sebab, burung Pentet atau Cendet yang diberikan pakan serangga akan lebih sehat sebab jangkrik merupakan pakan yang mempunyai nutrisi sangat lengkap. Karenanya, jangkrik ini dipilih oleh semua penghobi burung sebagai EF utama untuk burung pemakan serangga. Burung yang diberikan pakan jangkrik, apalagi dengan Dosis yang banyak, biasanya akan lebih lincah dan gesit di karenakan burung menjadi lebih lincah.

Burung dengan asupan jangkrik yang cukup juga membagikan keuntungan dari segi power. Sebab, vitamin dan nutrisi dalam jangkrik Bisa mendongkrak power burung sehingga akan lebih tebal dan keras. Jangkrik juga mendongkrak stamina burung sehingga akan lebih prima. Bahkan bila ini yaitu burung kontes, burung akan lebih siap turun lomba dengan performa terbaik. Karenanya, banyak cendetmania lebih memilih membagikan jangkrik daripada serangga lainnya.

Namun begitu, pemberian jangkrik yang Lebih juga tak bagus. Sebab, jangkrik yaitu serangga yang mengandung protein yang cukup tinggi sehingga bila diberikan Lebih Bisa memberian Imbas buruk di burung. Adapun beberapa Imbas buruk dimaksud ialah sebagai berkut.

Imbas Negatif Pemberian Jangkrik Terlalu Banyak Pada Burung Pentet

Over birahi


Imbas yang pertama dari pemberian jangkrik Lebih di cendet atau pentet yaitu over birahi. Dalam hal ini, cendet mendapatkan birahi yang Lebih sehingga suhu badan menjadi naik. Akibatnya, terjadi perubahan di perilakunya seperti mengejar tangan, mengejar orang yang lewat di dekatnya, atau bahkan salto. saat dilombakan, cendet dengan birahi yang berlebih seperti ini juga Bisa salto dan polah seperti munting dan mengejar musuh.

Ciak ekor dan mencabut bulu lainnya


Cendet atau pentet yang diberikan jangkrik dengan Dosis yang Lebih berpotensi menyebabkan burung menjadi kanibal. Burung tak segan-segan akan merusak dan menggigit ekornya hingga rusak. Selain itu, burung cendet juga berpotensi mencabuti bulu-bulu lainnya seperti sayap dan dada. Untuk bulu sayap, meskipun jarang terjadi, namun bila cendet mendapatkan over birahi sangat tinggi, bukan tak mungkin Bisa terjadi.

Susah mabung


Cendet atau pentet yang diberikan jangkrik Lebih juga Bisa membuat burung menjadi sulit mabung. Hal ini dikarenakan di karenakan nutrisi dari jangkrik tersalur langsung setiap saat di seluruh badan, termasuk bulu cendet. Akibatnya, bulu cendet senantiasa dalam kondisi segar meskipun sudah nyerit. Sekalipun mabung, cendet yang diberikan jangkrik berlebih ini terkadang kala susah untuk Bisa tuntas.

tak doyan voer


Burung cendet yang terlalu banyak diberikan jangkrik biasanya akan jarang makan voer. Hal ini dikarenakan di karenakan perut burung selalu dalam kondisi kenyang. Kondisi ini di akhirnya akan membuat burung tak suka dengan pakan lain selain jangkrik. Bahkan bila misalnya kalian biarkan aja burung itu dalam kondisi lapar, cendet terkadang kala tetap tak mau makan voer. Cara untuk mengatasi masalah ini ialah dengan cara mengajari burung makan voer lagi sebagaimana cendet bakalan. Hal ini Bisa dengan cara dibuatkan adonan voer dengan kroto yang sebelumnya telah diberikan air secukupnya atau mencampurkan kroto dengan voer halus.

Sebenarnya, Imbas negatif ini tak hanya terajdi di burung cendet atau pentet namun berlaku untuk burung pemakan serangga lainnya seperti Murai Batu, Kacer, dan lain sebagainya. Namun yang paling ekstrem dari pemberian jangkrik ini memang terjadi di cendet. Karenanya, yang sering bermasalah dengan asupan jangkri ini ialah cendet. Bahkan bila sudah etrjadi masalah, biasanya akan sulit penangannya dan membutuhkan waktu yang agak lama.

Demikian Imbas pemberian jangkrik yang Lebih di burung cendet. Semoga bermanfaat…!!!

No comments for "4 Imbas Negatif Pemberian Jangkrik Terlalu Banyak Pada Burung Pentet"